Misteri di Balik “Franchise” Kopi Kenangan

Misteri di Balik Franchise” Kopi Kenangan Hingga Dapatkan Pendanaan dari Jay-Z dan Serena Williams

kopi kenangan

Beberapa lama ini banyak pertanyaan yang diajukan kepada kami tentang bagaimana cara bergabung dengan bisnis franchise kopi kenangan.

Pasalnya, bisnis kopi yang satu ini tengah ramai dibicarakan karena berhasil mendapatkan suntikan dana dari rapper Jay-Z dan petenis Serena Williams.

Well, namun sayang sekali, Sahabat Bisnis. Untuk saat ini Anda belum bisa bergabung secara kemitraan dengan franchise kopi kenangan.

Mengapa?

Karena franchise kopi kenangan sebenarnya tidak ada. 

Kopi Kenangan adalah bisnis non-franchise atau bisnis ritel bukan waralaba yang perkembangannya hampir menyaingi bisnis franchise kopi lainnya.

Bisnis kopi kenangan memang sangat menarik hati dengan berbagai slogan dan jargon mereka sehingga banyak yang ingin bergabung dengan franchise kopi kenangan yang peluangnya belum dibuka oleh si pemilik.

Jadi, apa sih yang membuat bisnis kopi kenangan begitu ramai sehingga begitu ramai peminat yang ingin membuka franchise kopi kenangan, walaupun sebenarnya tidak ada?

Yuk kita tengok sedikit perjalanan bisnis kopi terlaris yang satu ini.

Sejarah Kopi Kenangan

Ide bisnis kopi kenangan pertama kali dicetuskan oleh Edward Tirtanata, James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa pada tanggal 22 September 2017. Kedai pertama Kopi Kenangan didirikan dengan modal 150 juta rupiah di Menara Standard Chartered. 

Pada saat itu, Edward terinspirasi oleh sebuah antrian panjang di sebuah kedai kopi mancanegara, di mana orang-orang tersebut rela mengantri hanya demi secangkir kopi dengan harga yang sangat tinggi. Karena itulah, Edward berniat mendirikan kedai kopinya sendiri dengan menyajikan kualitas kopi yang sama, namun harga yang lebih terjangkau.

Ide bisnis kopi ini dikembangkan oleh Edward dan rekan-rekannya setelah terlebih dahulu belajar dari bisnis kopi pendahulu mereka, yaitu Toko Kopi Tuku. 

Dalam sebuah wawancara dengan media nasional, Edward menjelaskan bahwa ia belajar dari pemilik Toko Kopi Tuku yang memang merupakan salah satu teman baiknya. Ia menyayangkan bisnis Toko Kopi Tuku yang terus stabil dengan enam gerai mereka meskipun memiliki cita rasa yang enak dan peluang bisnis yang terbuka lebar.

Dari situlah kemudian Edward memutuskan untuk membuka kedai kopi mirip dengan Kopi Tuku, tetapi dengan jaringan bisnis yang lebih luas tanpa membuang peluang bisnis apapun. Edward dan rekan-rekannya kemudian bekerja sama dengan mengambil bahan baku dari temannya tersebut, kemudian membangun merk bisnis kopi nya sendiri, ‘Kopi Kenangan’.

Nama Kopi Kenangan diambil dari fenomena bahwa setiap orang memiliki kenangan, dan salah satu kenangan yang paling berkesan adalah kenangan pada mantan. Karena itulah salah satu produk yang paling terkenal dari Kopi Kenangan adalah ‘Kopi Kenangan Mantan’.

Bahan Baku Kualitas Kafe Mancanegara

Para pemilik Kopi Kenangan tahu bahwa bisnis kopi tidak bisa dijalankan dengan sembarangan. Apalagi dengan maraknya bisnis franchise kopi kekinian yang laris manis dan berkembang dengan pesat, mereka paham benar bahwa Kopi Kenangan harus memiliki kualitas yang membedakan produk kopi mereka dengan produk franchise kopi pasaran.

Sehingga selain berpegang pada brand Kopi Kenangan yang unik dan mudah diingat, Kopi Kenangan juga memegang teguh kualitas kopi yang mereka jual. Oleh sebab itu, mereka memerhatikan setiap detil kualitas kopi dan susu yang mereka pakai, hingga proses pembuatan setiap cangkir kopi yang mereka hidangkan. Kopi Kenangan bahkan rela mengorbankan dan menghilangkan dana pemasaran demi meningkatkan kualitas produk mereka.

Jenis Kopi yang digunakan oleh Kopi Kenangan adalah kopi campuran antara Arabika dan Robusta dengan kualitas terbaik. Biji kopi yang dipilih diambil dari empat daerah berbeda: kopi giling basah Aceh Takengon, double soaked coffee yang berasal dari Sidikalang—Sumatra Utara, kopi Flores dengan sedikit aroma kayu manis dan kayu cedar, serta Java West Indes Briesling (WIB).

Sementara produk susu yang dipakai oleh Kopi Kenangan adalah produk susu impor merk Greenfields yang biasa dipakai oleh kedai franchise kopi mancanegara yang ramai di mall. Dan pemakaian ini dipajang dengan bangga di etalase kedai Kopi Kenangan sebagai pemberitahuan kepada pelanggan atas kualitas produk yang mereka sajikan.

Tidak sampai di situ saja, Kopi Kenangan juga menginvestasikan sebagian besar dana mereka untuk penggunaan alat proses espresso terbaik asal Italia, seperti merk La Marzocco atau Victoria Arduino. Dan pemilik kedai Kopi Kenangan mengklaim dalam sebuah wawancara bahwa hingga saat ini belum ada franchise kopi maupun kedai kopi ritel manapun yang berani menggunakan kedua mesin kopi tersebut.

Menghindari Sistem Bisnis franchise / Bisnis Waralaba

Sejak awal berdiri, Edward dan para rekan founder Kopi Kenangan menghindari sistem bisnis franchise atau bisnis waralaba. Seluruh gerai Kopi Kenangan adalah milik manajemen Kopi Kenangan sendiri dan tidak dimitrakan dengan pihak manapun.

Dilansir dari sebuah wawancara, Edward mengatakan bahwa dengan sistem bisnis ritel non waralaba seperti ini, seluruh omset gerai akan menjadi omset perusahaan, sementara dengan bisnis franchise jumlah omset hanya diambil dari biaya franchise-nya saja.

Jadi sayang sekali, namun franchise kopi kenangan bukanlah sebuah tujuan bagi bisnis Edward dan rekan-rekan Kopi Kenangan.

Karena itulah, untuk membatasi beban biaya yang dikeluarkan, ukuran setiap gerai Kopi Kenangan dibatasi hanya seluas 50 m2 saja dengan harga sewa 5% dari total omset. Sementara budget yang diberikan untuk batasan investasi di setiap gerai adalah sebesar 500 juta rupiah: 200 juta untuk mesin kopi asli Italia, sisanya digunakan untuk keperluan lain.

Apabila tempat yang tersedia di lokasi sasaran melebihi 50 m2, maka perusahaan Edward yang lain, The Common, yang akan mengelolanya. 50 m2 dari lokasi tersebut akan disewakan ke Kopi Kenangan, sementara sisanya akan disewakan ke penjual makanan yang berminat.

Seperti misalnya, lokasi Kopi Kenangan Pacific Place tampak ditemani oleh beberapa kios roti. Kios-kios roti tersebut merupakan usaha milik pedagang lain yang menyewa tempat dari The Common.

Mengantongi Suntikan Dana dari Berbagai Investor Raksasa Dunia

Sebagai pemilik, Edward menganggap Kopi Kenangan sebagai bisnis startup ritel dengan konsep baru. Kopi Kenangan berhasil mengolaborasikan produk kopi dengan kualitas tinggi dengan layanan konsumen berbasis aplikasi.

Hal inilah yang membuka lebar peluang bisnis Kopi Kenangan sehingga mengantongi suntikan dana dari berbagai investor.

Pada bulan Oktober 2018, Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dana dari Alpha JWC Ventures sebesar 8 juta dolar Amerika. Sementara pada bulan Juni 2019, Sequoia India mengucurkan dana sebesar 20 juta dolar Amerika, atau kurang lebih 288 miliar rupiah. Di mana di dalamnya terlibat perusahaan bernama Arrive yang merupakan milik rapper Jay-Z dan atlet tenis ternama, Serena Williams.

Dari pendanaan tersebut, Kopi Kenangan berniat melakukan ekspansi hingga 150 gerai sebagai langkah awal mereka untuk mencapai target akhir ekspansi mereka untuk saat ini, yaitu total 1000 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2021.

 

Wah, ternyata kesuksesan Kopi Kenangan tidak hanya berlandaskan jargon dan gimmick dramatis yang mereka jual saja, ya!

Sayang sekali jika memang Anda sangat berminat, franchise kopi kenangan masih belum memungkinkan untuk Anda miliki saat ini. Seperti yang disebutkan di atas bahwa bisnis franchise kopi kenangan bukanlah sebuah pilihan karena dari pihak pemilik dan manajemen Kopi Kenangan sendiri bahkan tidak berniat untuk membuka franchise kopi kenangan dalam bentuk apapun.

Oleh sebab itu, kami merekomendasikan Anda untuk mengalihkan minat Anda dari franchise kopi kenangan, ke bisnis franchise kopi terlaris lainnya seperti franchise Kopi Kulo atau franchise Janji Jiwa Coffee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *