5 Langkah Penting Sebelum Menjalankan Ide Bisnis Anda

ide bisnis

 

“The key to success is to start before you’re ready.” – Marie Forleo.

Kalimat di atas memang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Banyak orang mengira bahwa memulai bisnis sedini mungkin berarti Anda dapat segera menjalankan ide bisnis Anda sekarang juga tanpa perlu melakukan berbagai macam persiapan yang ribet.

Jika Anda berpikir demikian, sayangnya Anda salah besar.

Memulai sebuah ide bisnis tanpa kesiapan adalah sebuah langkah yang sudah pasti akan berakhir dengan kegagalan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk all-out dengan ide bisnis yang akan Anda jalankan, hal pertama yang harus Anda lakukan terlebih dahulu adalah mempersiapkan ide bisnis Anda tersebut dengan matang.

Jadi, apa saja langkah-langkah yang harus diambil untuk mempersiapkan ide bisnis Anda dengan baik?

Pada kesempatan kali ini kami akan membantu dan menuntun Anda dalam langkah demi langkah pada tahap persiapan yang perlu Anda lakukan.

Nah, Stanford merumuskan langkah persiapan bisnis berupa 5 langkah design thinking seperti di bawah ini:

 

  • Empathize – Empati

ide bisnis

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam mendesain dan mempersiapkan ide bisnis Anda adalah memiliki empati terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat sekitar.

Hal ini berarti Anda harus memiliki kepedulian khusus terhadap masalah-,masalah tersebut sehingga kepedulian Anda nantinya akan menjadi salah satu penggerak efektif dalam menjalankan ide bisnis Anda. Empati yang Anda rasakan pada masalah tersebut juga dapat memicu passion yang ada di dalam diri Anda, yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya.

Anda bisa melakukan langkah ini dengan cara yang sangat sederhana: nongkrong dan ngobrol. Lakukan pendekatan pada lingkungan sekitar yang mungkin menarik bagi Anda atau daerah yang mungkin menjadi target pasar bagi ide bisnis Anda. Lakukan observasi dan mulailah mengobrol dengan beberapa orang yang terlibat untuk mencari tahu masalah-masalah yang mereka alami selama berada dalam lingkungan komunitas tersebut, kemudian simpanlah semua masalah dalam sebuah catatan sebagai bahan untuk brainstorm mengenai peluang bisnis nantinya.

 

  • Define – Tentukan 

analisa

Setelah Anda mendapatkan informasi dari para anggota komunitas, langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah menganalisa masalah-masalah tersebut secara dalam dan terperinci.

Mungkin saat ini yang ada di tangan Anda hanyalah masalah-masalah yang terdengar sepele. Tetapi tahukah Anda bahwa masalah-masalah yang terkesan sepele tersebut sebenarnya berawal dari sebuah masalah umum yang lebih besar?

Untuk itu, kali ini cobalah berperan sebagai detektif dan satukan berbagai kepingan masalah tersebut. Setelah itu lakukan deduksi dan analisa lebih lanjut untuk mencari penyebab utama, yang nantinya menjadi sumber yang akan Anda jalankan.

 

  • Ideate – Formulasi

solusi

Masalah dan penyebabnya sudah Anda temukan, kini tiba saatnya bagi Anda untuk mulai brainstorm dan mengeluarkan semua ide solusi gila yang Anda punya.

Mulailah dari selembar kertas kosong dan tuliskan semua ide yang Anda rasa memungkinkan untuk menjadi solusi akan masalah-masalah tersebut. Pada tahap ini Anda tidak perlu memikirkan apakah ide tersebut masuk akal atau tidak. Tulis saja!

Setelah semua ide selesai Anda kumpulkan, barulah kemudian Anda mulai menyeleksi mana ide yang viable dan doable sehingga Anda dapat memformulasi sebuah konsep sebagai dasar dari ide bisnis yang Anda jalankan.

Anda bisa saja mengambil dua atau tiga ide bisnis yang memungkinkan untuk dijalankan dan membuat business plan sederhana sebagai gambaran awal mengenai bagaimana ide bisnis ini akan berjalan.

 

  • Prototype – Membuat Model

rancangan

Ide bisnis sudah Anda dapatkan, sekarang saatnya untuk menguji ide tersebut.

Pada langkah ini, Anda bisa membuat versi sederhana dari ide bisnis Anda sebagai model atau prototipe dari ide bisnis Anda keseluruhan.

Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat bisnis franchise makanan, Anda bisa membuat versi mini bisnis makanan Anda dengan porsi dan ukuran packaging yang lebih kecil. Atau jika Anda ingin membuat aplikasi belanja online, Anda bisa membuat versi prototype dari aplikasi yang Anda bayangkan dengan fokus ke fitur-fitur utama tanpa dipusingkan dengan detil-detil interface terlebih dahulu.

Anda kemudian bisa menguji prototype yang Anda hasilkan di lingkungan tim atau keluarga Anda hanya untuk memastikan apakah prototype tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda harapkan.

Perlu diingat bahwa fokus pada step ini terutama adalah untuk melihat dan mencoba apakah berbagai macam ide bisnis yang sudah Anda kumpulkan dapat menghasilkan sebuah produk yang nyata dan menarik. Juga memastikan apakah produk Anda akan berfungsi sesuai dengan perencanaan Anda.

 

  • Test – Menguji

test

Pada tahap akhir design thinking, Anda membawa prototype yang sudah Anda matangkan dengan berbagai suggestion dan perbaikan kepada masyarakat luas untuk kembali diuji dengan skala yang lebih besar.

Setelah mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat, Anda dapat kembali melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada prototype Anda sehingga produk Anda dapat menjadi solusi yang benar-benar bermanfaat bagi penggunanya.

Dengan begitu, Anda akan mendapatkan sebuah ide bisnis yang berkualitas. Dari ide bisnis berkualitas inilah baru kemudian Anda dapat mulai berinovasi.

It’s okay to fail. Kegagalan bukanlah sebuah masalah yang harus Anda pusingkan.

Apabila Anda mengalami kegagalan dalam satu step, Anda dapat kembali mengulang dari step yang sekiranya memungkinkan untuk diulang. 

Seperti misalnya, apabila Anda masih belum bisa mencari solusi dalam step 3 – Ideate, Anda bisa kembali mencari ide lainnya atau bahkan kembali ke step 2 – Define, untuk mencari kembali penyebab masalah yang terjadi, atau bahkan kembali ke step 1 – Empathize, just in case Anda ternyata melewatkan beberapa detil kecil yang terjadi di masyarakat atau komunitas yang menjadi target Anda.

Jadi bagaimana? Apakah Anda siap untuk melangkah?

Temukan ide bisnis menarik yang dapat menyelesaikan berbagai masalah krusial di masyarakat. Dengan menggunakan 5 langkah design thinking di atas, maka Anda akan memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam ide bisnis yang Anda jalankan.

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *