Tag Archives: game horor

Sensasi Game Horor Resident Evil Remake 3

Game Horor Resident Evil Remake 3

 

Lagi dan lagi, developer Capcom berhasil memenuhi hasrat para penggemarnya yang menginginkan game horor Resident Evil 3 Remake. Sebelumnya Capcom juga sudah melakukan remake untuk seri Resident Evil 2 dan itu sangat berhasil memenuhi ekspektasi penggemar. Kini Capcom memang sudah berubah, tidak seperti dulu yang dikenal sebagai developer keras kepala dan enggan mendengarkan fansnya. Mulai dari hadirnya Resident Evil 7 kita bisa menyadari bahwa Capcom perlahan melunak dan memenuhi keinginan penggemar.

Berbagai judul seri Resident Evil sudah dihadirkan untuk meneror seluruh gamers pecinta genre horor dan zombie. Kini, lewat popularitas Resident Evil 3: Nemesis yang sangat heboh sejak dirilis 20 tahun yang lalu itu, Capcom ingin kembali menghadirkan betapa mencekamnya situasi yang terjadi kala itu lewat versi remake. Menggunakan RE Engine yang terbukti mampu meningkatkan grafis dengan sangat detail, Resident Evil 3 Remake digadang-gadang akan menjadi salah satu game hiburan terbaik yang pernah ada!

 

Kesan Pertama saat Memainkan Resident Evil 3 Remake

Dengan kemampuan RE Engine yang memukau, secara teknis mesin grafis ini memang mampu memenuhi segala kebutuhan dari game seri next gen. Mesin grafis ini berhasil menghadirkan presentasi visual yang sangat memanjakan mata dan membuatnya terlihat begitu indah. Setidaknya itulah kesan pertama yang kami dapat saat mencoba memainkannya di 5 menit pertama. 

Di awal permainan, anda tidak lagi terkunci di kantor polisi seperti pada game RE 3 yang dulu ada di PS1. Anda akan langsung diberi porsi untuk menikmati desain visual dari Raccoon City yang telah hancur dan kacau balau akibat serangan zombie. Konsep ini sepertinya memang sengaja diambil oleh Capcom karena mereka seolah ingin “Pamer” atas apa yang sudah mampu ditampilkannya lewat versi remake ini. 

Anda akan bertemu dengan kota yang dilalap api di berbagai sudut bangunan. Di sisi jalan juga masih terdapat beberapa lampu neon terang yang akan meningkatkan efek pencahayaan pada game ini. Nantinya anda harus menelusuri jalan yang sudah disediakan dan siap dieksplorasi. Berhati-hatilah karena para zombie siap menerkam anda kapan saja. Dari storyline yang pertama ini anda akan melihat Raccoon City dengan tampilan visual yang sangat memukau. Setiap detailnya terlihat fantastis dan nyata sehingga akan mengembalikan kenangan indah pada versi originalnya dengan sangat baik.

Jika kita membandingkan pendekatan Resident Evil 3 Remake dengan Resident Evil 2 Remake, maka kali ini kita akan disuguhkan dengan cerita yang lebih penuh aksi. Mengingat kita memerankan karakter Jill Valentine yang sudah sangat berpengalaman dalam urusan T-Virus dari edisi Resident Evil pertama, tentu ia akan sangat piawai untuk menghabisi zombie yang mengganggu. Lewat edisi Resident Evil 3 Remake, Jill dan Carlos sang partner setia akan lebih mudah menemukan berbagai resource yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai ancaman. Penggunaan peluru juga akan lebih hemat ketika anda tidak lagi memiliki amunisi yang cukup, setidaknya itu sangat terbantu dengan sistem pisau yang tidak akan tumpul alias bisa selalu dipakai.

Lewat seri ini, anda akan diberi kesempatan lebih banyak untuk memburu para zombie daripada diburu. Sehingga bagi anda yang pernah mencicipi versi originalnya maka anda akan merasa jika versi remake ini kurang menantang karena minimnya puzzle yang harus dipecahkan. Perjalanan story akan terkesan lebih mudah karena anda memiliki resource yang cukup untuk menghabisi para zombie itu. Namun bagi anda yang belum pernah merasakan versi original di PS1, maka kami memastikan jika versi game horor Resident Evil 3 Remake ini akan memberi pengalaman bermain yang sangat berbeda.

 

Mencekam Namun Tetap Indah, Itulah Raccoon City!

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa setting tempat di game Resident Evil 3 Remake ini memang masih berada di Raccoon City, sama seperti versi originalnya. Namun tentu saja tugas Capcom adalah menghadirkan sentuhan baru yang mengubah segalanya secara visual untuk menjadi lebih baik. Dan status mesin grafis RE Engine sebagai salah satu yang terbaik saat ini memang tidak terbantahkan. Lewat game horor Resident Evil 3 Remake, RE Engine seolah unjuk gigi untuk memastikan bahwa game ini memiliki kompabilitas yang sangat baik, sekalipun untuk playstation 4 versi biasa. Anda akan menemui permasalahan teknis yang sangat minim sekali atau bahkan hampir tidak terasa. 

Di Resident Evil 3 Remake ini anda juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengeksplor Racoon City. Ada banyak porsi perjalanan yang bisa anda lalui untuk mengelilingi Raccoon City yang sudah kacau dan hancur berantakan. Walaupun game ini tidak berposisi sebagai game open world, namun anda akan tetap diberi kebebasan bergerak dari setiap area ke area lainnya. 

Posisi Raccoon City yang sedang kacau balau ini juga mampu ditampilkan dengan sempurna. Penambahan berbagai landmark yang menarik dan kobaran api serta zombie yang berserakan di sepanjang jalan akan menambah kesan mencekam. Anda akan seolah merasa menjadi manusia yang frustrasi untuk berada di Raccoon City dan apabila ada kesempatan untuk lari, mungkin anda akan mengakhiri petualangan ini. Setidaknya itulah yang berusaha ditampilkan oleh Capcom untuk memenuhi selera penggemarnya. 

Dengan mengikuti konsep yang sebelumnya sudah diusung lewat seri Resident Evil 7 dan Resident Evil 2 Remake, karakter utama di seri kali ini juga memiliki perubahan desain yang cukup mengejutkan. Perubahan paling ekstrim akan anda jumpai dari sosok Carlos, partner Jill. Untuk mengejar kesan realistis, Carlos di sini memiliki tampilan yang lebih garang dan maskulin jika dibanding dengan versi originalnya. Raut wajah yang lebih serius dan penuh sisi emosional seolah menghidupkan ketegangan yang lebih mencekam. Carlos juga tidak lagi memiliki potongan rambut rapih ala versi original. Kini dia menumbuhkan janggutnya dan memiliki rambut yang agak panjang, sangat sesuai jika melihat kondisi Raccoon City yang bahkan tidak memungkinkan anda untuk memotong rambut.

Sementara untuk sosok Jill sebenarnya secara visual tidak terlalu berbeda, dalam arti baju yang dikenakannya pun memiliki warna yang sama dengan versi original. Hanya saja pendekatan realisme bisa terlihat dari kostum yang lebih rasional. Secara visual kami menjamin anda tidak akan menemukan celah untuk mengkritik game ini. Dukungan tata cahaya yang dramatis membuat game ini layak dinikmati oleh siapapun, khususnya mereka yang mendambakan kualitas tinggi dari game horor.

Sedangkan dibalik semua kelebihan itu, mungkin anda akan mengeluhkan urusan audio yang tidak lagi semencekam di versi Resident Evil 2 Remake. Di seri sebelumnya itu, pihak Capcom mampu menghadirkan efek suara yang bisa membuat anda takut dan cemas walaupun tidak ada sosok apapun yang ditampilkan. Sedangkan di sini, efek suara yang dihasilkan oleh Nemesis sekalipun tidak akan terlalu memusingkan anda. Sebagai tokoh antagonis utama, Nemesis justru tidak memiliki porsi perlawanan yang berarti. Nemesis tidak lagi konsisten untuk mengejar anda sebagai karakter utama. Kemunculannya juga tidak terlalu sering, hanya ada di beberapa adegan saja. Namun jika menggabungkannya dengan cita rasa visual yang memukau, tentu saja game ini masih patut diantisipasi sebagai salah satu yang paling mencekam.

Dengan kombinasi dari efek visual yang sangat bagus, maka setidaknya efek suara yang kurang dominan itu bisa tertutupi. Mesin grafis RE Engine dijamin memanjakan mata seluruh gamers yang mencicipi versi ini. Anda akan tetap merasakan ketakutan dan suasana yang mencekam, mengingat kondisi karakter utama yang memang rentan dengan serangan zombie ditambah lagi gerakan para zombie yang terkesan sangat liar dan unpredictable.

 

Resident Evil dengan Cita Rasa yang Penuh Action

Salah satu peralihan yang sangat signifikan dari Resident Evil 2 Remake ke seri Resident Evil 3 Remake ini adalah cita rasa action yang kini lebih terasa. Seacara garis besar, ini memang masih menjadi game Resident Evil dengan sudut pandang over the shoulder yang mampu menampilkan setiap landscape visual dengan sangat baik. Namun yang membuatnya berbeda adalah ketersediaan resource yang berlimpah dan jauh lebih mudah ditemukan. Anda akan dengan mudah menemukan herb, ammo, hingga berbagai alat peledak yang bisa dieskplor di berbagai sudut kota. Tidak hanya itu, anda juga akan menemukan lebih banyak variasi senjata dengan efek yang berbeda-beda. Beberapa senjata memang didesain untuk membunuh zombie dengan sekali tembakan dan menimbulkan efek yang sangat menarik. 

Namun walau begitu, sensasi survival masih bisa anda rasakan berkat tingkat kesulitan yang diberikan oleh game ini. Walaupun anda memilih level permainan Medium sekalipun, tetap saja tokoh Jill dan Carlos akan sangat rentan terhadap serangan para zombie. Salah langkah sedikit saja akan memaksa anda untuk berada di sudut yang tidak menguntungkan. Zombie akan dengan mudah mengigit dan mengeroyok anda hingga akhirnya tewas seketika. Di game ini Capcom juga menambahkan jumlah musuh menjadi jauh lebih banyak jika dibanding versi originalnya. Dengan serangan yang tiba-tiba maka dijamin anda akan kaget dan ketakutan sekalipun amunisi di tangan masih berlimpah. 

 

Menjadi Game Horor yang Sangat Bisa Dinikmati

Jika anda bertanya apakah seri terbaru dari Resident Evil kali ini worth to buy dan sangat bisa dinikmati? Maka kami akan dengan lantang menjawab, iya! Game ini dibangun dengan proses remake yang sepenuhnya mampu mengubah visualisasi dengan sangat sempurna. Kehadiran sosok Nemesis dengan jumpscare andalannya masih akan membuat jantung anda berdegup dengan sangat kencang. Variasi dari bentuk-bentuk musuh juga terlihat lebih realistis dan menggambarkan kondisi mayat hidup yang benar-benar bergentayangan untuk menerkam anda. 

Bagi gamer pendatang baru yang sebelumnya sudah mencicipi seri Resident Evil 2 Remake, maka kehadiran seri lanjutannya kali ini akan benar-benar melengkapi pengalaman bermain terbaik mereka. Namun sayangnya di seri game horor Resident Evil 3 Remake ini para pendatang baru tersebut tidak akan bisa menemukan elemen-elemen yang sebelumnya ada di versi original. Ada sangat banyak potensi yang dimiliki oleh game seri terbaru ini namun kurang bisa dieksekusi atau dieskplor dengan lebih baik. 

Mengingat karakter Jill yang bisa berjalan dengan bebas untuk mengeksplor Raccoon City, sungguh disayangkan karena beberapa lokasi dari seri originalnya justru tidak dihadirkan. Mulai dari area Clockwoter hingga Park yang sangat ikonik itu tidak bisa kita temui di sini. Fakta bahwa setting tempat yang ikonik itu sangat membangkitkan kenangan, maka harusnya pihak developer berbenah dengan lebih mementingkan aspek tersebut. Padahal jika dibandingkan dengan berbagai setting tempat lainnya yang tidak terlalu penting, sungguh sangat membingungkan untuk menyadari bahwa tempat yang ikonik justru tidak ditambahkan. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar bagi para gamers yang pernah mencicipi versi original dari game horor Resident Evil 3 Remake.

Dengan minimnya tempat-tempat ini, maka tidak heran jika kemunculan Nemesis kali ini agak terasa kurang porsinya. Karena jika kita flashback ke versi original, Nemesis memang sering muncul di beberapa tempat ikonik tersebut. Sedangkan di versi remake kali ini dia justru berperan selayaknya zombie berukuran besar dengan kecepatan yang lebih baik untuk menakut-nakuti anda dengan jumpscare dan kemampuannya menembakkan bazooka. 

Dan keluhan besar lainnya dari para gamer untuk versi remake ini adalah minimnya sistem puzzle yang justru menjadi nyawa dari Resident Evil 3 versi original. Tidak banyak misi yang menuntut anda untuk berpikir dan memutar otak untuk menemukan berbagai resource yang bisa digabungkan dan menuntun anda ke step misi berikutnya. Bagi beberapa gamer setia Resident Evil hal ini pasti sangat mengecewakan, walaupun tidak ada masalah jika yang memainkannya adalah gamer baru karena dari situlah kesan penuh aksi lebih terasa. 

 

Fitur Multiplayer lewat Resident Evil Resistance

Bukan konsol next-gen namanya apabila tidak bisa memainkan suatu game secara online multiplayer. Hal inilah yang akhirnya dianggap para fans menjadi kendala dari pihak Capcom untuk memaksimalkan storyline karena mereka memecah fokusnya untuk menghadirkan Resident Evil Resistance, fitur multiplayer yang bisa dimainkan online. Lewat mode Resident Evil Resistance ini anda bisa memainkan game 4 vs 1, yaitu 4 orang yang akan berlaga selayaknya pahlawan pembasmi zombie dan 1 orang yang akan berperean sebagai Mastermind dan menaruh berbagai perangkap di sebuah ruangan. 

Pada intinya game ini memiliki konsep survivor sehingga anda harus bisa menghindari berbagai perangkap dan zombie yang ada di sebuah ruangan untuk melarikan diri. Ada beberapa setting yang bisa anda pilih dan masing-masing memiliki objektif yang berbeda. Di sini para survivor sejumlah 4 orang tersebut harus bisa bekerjasama dengan baik dan sang Mastermind akan berusaha untuk menjadi psikopat paling sadis yang berusaha menghalangi anda. Konsepnya memang sederhana, namun eksekusi yang matang dari Capcom mampu menghadirkan ketegangan mencekam bagi siapapun yang memainkannya. Tidak ada lagi jumpscare yang sudah ‘ketebak’ karena Mastermind bisa menaruh apa saja untuk menghalangi anda tanpa sepengetahuan siapapun sebelumnya. 

Dan kesimpulan kami dari game ini adalah, Capcom mampu membangkitkan gairah permainan lewat genre horor zombie yang tetap mencekam walaupun tidak serumit versi originalnya. Seluruh elemen visual yang dihadirkan sudah sangat memenuhi syarat dari game masa kini yang memanjakan mata. Penambahan fitur online dari mode Resident Evil Resistance juga bukan hanya gimmick semata karena benar-benar bisa dinikmati oleh banyak orang. Bahkan banyak fans yang bersyukur karena mereka merasa masih bisa menikmati sisi yang lebih mencekam lewat mode multiplayer ini. Ya, game ini masih sangat recommended untuk anda mainkan sekarang. Bagi anda yang sedang bosan di rumah, percayalah bahwa membeli dan memainkan game ini tidak akan membuat anda menyesal.